Pendahuluan
Aku tahu apa yang aku inginkan,,,
Aku juga tau apa yang mereka mau,,,
Aku tak keberatan jika mereka lebih memilih aku mati,,,
Karena memang itu yang aku mau..
Tapi.....
bagaimana jika bukan seperti itu yang seharusnya terjadi???
......
chapter 1
Aku lelah sekali jika harus terus menerus berlari seperti ini,,, ingin sekali rasanya aku berhenti sejenak, tapi aku tak bisa jika aku mengingat apa yang mengikutiku sekarang. aku memang tak tahu apa yang sedang mengejarku, tapi aku bisa merasakan hentakan kakinya yang berat,, kasar,, dan dia memegang sesuatu dilengan kirinya sebuah benda yang panjang nya hampir satu meter,, dia membiarkan benda itu digantung lemas menyeret jalan. suaranya membuatku nyeri,,, seperti aspal yang digaruk oleh besi. seolah-olah ia ingin menunjukkan padaku bahwa dia seorang pembunuh sungguhan. sekarang sepertinya aku benar-benar tidak peduli apa aku sudah lelah karena berlari berkilo-kilometer jauhnya,, yang ku tahu aku harus meninggalkan orang itu secepatnya dan pergi mencari bantuan.
sepertinya keinginanku didengar oleh Tuhan,,, karena aku melihat cahaya mobil dari arah depanku,, aku berlari untuk menghampiri mobil itu walaupun aku tahu bahwa mobil itu akan datang kearahku dan aku yakin pengemudinya juga sudah melihatku. "stop! stop!" teriakku, ketika mobil itu mendekat. mobil itupun berhenti,, ternyata pengemudinya seorang wanita. otomatis aku langsung memintanya untuk menolongku. aku mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil pengemudinya dan sambil menarik nafas dalam-dalam karena tenagaku hampir habis waktu berlari, aku berbicara kepadanya. "kumohon tolong aku...." aku merengek kepada wanita itu. diapun turun dari mobilnya dan langsung memegang tanganku.
"ada apa?" tanyanya
"seseorang...ingin...membunuh...ku" aku berbicara terbata-bata
"tenanglah, dimana orang itu?"
"disana"
aku menunjuk kearah aku berlari tadi. sesaat aku bimbang, sambil terengah-engah aku mencari-cari dimana dia. mataku menyusuri jalan dimana aku sedang dikejar-kejar oleh orang itu. tapi dia sudah tidak ada, aku tetap saja penasaran. kuabaikan rasa lelahku dan kakiku yang sudah terasa keram sekali. aku berjalan pelan-pelan siapa tahu aku bisa melihatnya. walaupun aku sangat mengharapkan dia tidak muncul tiba-tiba dan menyerangku. kubuang pikiran-pikiran mengerikan itu dan aku memutuskan untuk tidak mencarinya.
"tidak ada siapa-siapa disana" ujar wanita itu
"tapi dia ada disana tadi!" protesku
mudah saja dia berbicara seperti itu padahal bukan dia yang diincar. aku mengambil nafas dalam-dalam dan berusaha mendapatkan diriku. karena begitu aku tahu dia tidak ada ternyata seluruh tubuhku mulai terasa sakit seperti habis berolahraga seminggu tanpa jeda. akupun tak sanggup berbicara lagi dan terduduk di kap mobil wanita itu.
"kau tidak menyerah kan?" wanita itu mulai berbicara, aku tidak mengerti maksudnya. tapi kubiarkan saja dia bicara sesukanya dulu dan aku memejamkan mata.
"seharusnya kalau kau tahu sedang dalam bahaya, kau tidak boleh berhenti berlari" aku tidak menyahut, aku tetap membiarkannya bicara walau aku tahu kata-katanya seperti tidak mau aku ikut bersamanya.
"kau akan ikut denganku" dia bicara seolah-olah tahu apa yang ada dalam pikiranku.
"karena aku sangat membutuhkanmu" aku mulai mendongak, ada apa dengan wanita ini? aku bahkan tidak mengenalnya. apa yang dia maksud dengan 'membutuhkanku'?
"kau tampak bingung. aku tahu, karena kau tidak tahu siapa aku" apakah ada yang salah dengan pendengaranku karena berlari terlalu jauh? sehingga merusak telingaku. karena jelas-jelas aku mendengar wanita ini bicara ngelantur...
"aku tahu siapa yang kaumaksud. dia tidak ingin membunuhmu, tapi hanya mengantarkanmu padaku" wanita itu tertawa,, aku masih terdiam, karena aku mencoba untuk mengerti apa yang dikatakannya, sekilas aku melihat matanya yang tiba-tiba terpancar kilatan aneh, seperti orang yang sangat lapar dan bahagia telah mendapatkan makanan
dan lansung saja tangan wanita itu berubah hitam, rambutnya yang tadi diikat terlepas dari ikatannya dan berubah warna dari hitam menjadi putih. gigi-giginya berubah menjadi taring dan kuku-kukunya memanjang. kulitnyapun berubah pucat dan kehijauan, dan butuh beberapa detik aku baru menyadari bahwa yang kehijauan itu adalah urat-uratnya yang menonjol keluar. dia memakai jubah merah yang akupun tak tahu datangnya darimana. dia mulai menerjangku, sesuatu menghatam perutku dan menarik pingganggku, lalu aku terpental menjauhinya.
"TIDAAAAK!!!!" teriak wanita itu dari jauh begitu aku tahu bahwa dia tidak melakukan apapun terhadapku. aku merasakan tamparan dipipi kanan-kiriku lalu semuanya kembali menjadi terang.